Deskripsi Diri

1.      Daftar riwayat hidup

Identitas Diri
1. Nama Lengkap        : Gina Putri Yana
2. Jenis Kelamin        : Perempuan
3. Program Studi        : Psikologi
4. Agama                : Islam
5. Anak Ke-                : 1 dari 3
6. NIM                        : 12013181
7. TTL                        : Samarinda, 16 Maret 1993
8. E-mail                : ginaputriy26@gmail.com

B.     Riwayat Pendidikan
SDN Utama 1, Tarakan Kal-tara 1998-2003
Pesantren Gontor putri 1 Darussalam, Mantingan Ngawi
SMA Negeri 3, Samarinda Kal-tim
Universitas Ahmad Dahlan (Fak. Psikologi)

2.      Jiwa kewirausahan
        – Kreatif
        – Inovatif
        – Berani menghadapi resiko
        – Berpola pikir jauh kedepan
        – Gigih

3.      Kreativitas untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang.
                Mengamati dan melihat detil terkecil dari obyek yang saya perhatikan, lalu sebisa mungkin mencari sebanyak-banyak nya apa saja yang dapat saya lakukan dengan obyek itu, setelah mengenali obyek tersebut saya akan dapat mendapatkan ide-ide baru dengan menggunakan obyek tersebut, apapun yang telah melalui pengamatan dan perhatian akan dapat terpecahkan dan akan dapat kita kembangkan dengan sedemikian rupa.

4.      Pengalaman inovasi yang mengukur kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang
        a. Membuat daun Catnip kering lokal dalam kemasan kalengan, karena selama ini daun catnip kering yang berada di pasaran adalah impor dan sangat mahal harganya, dengan kemasan plastik kecil. Saya mencari peluang untuk dijual kepada mahasiswa

5.      Bukti-bukti tentang kemandirian
a.       Sekarang saya mengurus diri saya sendiri, mulai mencuci baju, memasak, dll.
b.       Saya membeli HP dengan hasil jerih payah saya sendiri saat SMA.

Iklan

Ide Usaha

Ide Usaha saya muncul karena hobi saya memelihara kucing, di kanada ada sebuah tanaman bernama catnip, yang di gunakan oleh para pencinta kucing untuk membuat kucing mereka semakin gemar bermain jika telah menghirup aroma daun catnip, di petshop” saat ini telah dijual daun” catnip kering impor namun dengan harga yang sangat mahal, oleh karena itu saya berencana menam sendiri catnip saya dan akan mengeringkan lalu mengemas nya dalam kemasan kaleng, dengan harga yang terjangkau oleh kantong mahasiswa pencinta kucing seperti saya, saya juga berharap ide saya ini akan mengawali langkah saya untuk berwirausaha petshop.

image

catnip kalengan seharga Rp30.000,-

KONSEP DASAR, CIRI, PRINSIP dan KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

A.    Konsep dasar entrepreneur
            Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll.Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.
            Wiraswasta/wirausaha berasal dari kata: Wira: utama, gagah berani, luhur; swa: sendiri; sta: berdiri; usaha: kegiatan produktif. Wirausaha juga dikenal dengan Entrepreneur. Entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprendre yang artinya memulai atau melaksanakan
            Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.
            Kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif
            Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803)
B.     Ciri seorang entrepreneur
Cirri seorang entrepreneur yang membedakannya dengan orang lain :
1.      Memiliki mimpi besar
Seorang entrepreneur selalu memiliki mimpi besar, mereka mulai menjalankan bisnisnya karena adanya motivasi untuk mencapai mimpi besar mereka. Mimpi yang mereka miliki, menjadi tujuan dari semua usaha yang dilakukannya. Sehingga dalam mengambil keputusan, seorang entrepreneur akan menyesuaikannya dengan mimpi yang dimilikinya. Jadi segala peluang usaha yang dijalankannya akan lebih terarah, dan berhasil mencapai kesuksesan. Mimpi seorang entrepreneur bukan sekedar menjadi seorang pegawai, namun ia memiliki cita – cita besar untuk menciptakan lapangan kerja baru yang dapat memberdayakan masyarakat.
2.      Pandai mengatasi ketakutannya
Banyak orang yang masih takut untuk mengambil resiko, namun hal ini tidak berlaku bagi seorang entrepreneur. Mereka pandai dalam mengelola ketakutannya dan menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan segala kenyamanan yang ada, serta memilih menghadapi sebuah resiko. Namun keberanian untuk menghadapi resiko tetap disertai dengan perhitungan yang matang. Sehingga seorang entrepreneur bukan hanya berani nekat saja, tetapi juga berani bertanggungjawab atas keputusan yang telah diperhitungkannya.
3.       Mempunyai cara pandang yang berbeda
Seorang entrepreneur selalu memandang masalah, kesulitan, keadaan lingkungan sekitar, perubahan trend dan kejadian yang sedang dihadapinya saat ini, untuk memunculkan kreativitas guna menciptakan ide-ide bisnis dan konsep bisnis yang memiliki prospek cukup cerah. Selain itu segala kejadian yang ada di sekitarnya menjadi ide bagi mereka, yang selanjutnya dijadikan sebagai peluang usaha baru yang menjadi impiannya.
4.      Pemasar sejati atau penjual ulung
Seorang entrepreneur juga memiliki kemampuan dalam menyusun strategi pemasaran bisnis, sehingga dalam membangun sebuah bisnis pertumbuhannya bisa semakin cepat. Tanpa adanya skill ini, orang yang memulai usaha akan memperoeh beban lebih berat dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai impiannya.
5.      Menyukai tantangan
Banyak orang yang memilih untuk bertahan di zona aman, namun seorang entrepreneur tidak suka berlama – lama dengan kegiatan yang monoton. Dia lebih suka menggunakan kreativitasnya untuk menjadikan tantangan yang dihadapinya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan banyak entrepreneur yang menganggap tantangan adalah peluang bagi mereka.
6.      Mempunyai keyakinan yang kuat
Ciri yang keenam ini yang sering dilupakan oleh orang lain. Entrepreneur memiliki keyakinan bahwa sebenarnya kegagalan itu tidak ada. Bagi mereka yang ada hanya rintangan besar, sangat besar dan rintangan kecil. Kegagalan hanya muncul pada orang yang tidak berusaha mencari jalan keluar dari masalahnya. Namun dengan menganggap bahwa semuanya hanya rintangan, entrepreneur selalu optimis bahwa semua rintangan bukan akhir dari segalanya dan pasti ada jalan keluar untuk menghancurkan rintangan tersebut.
7.      Selalu mencari yang terbaik
Selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan hasil yang terbaik pula bagi para konsumennya. Itu yang selalu ada dalam diri seorang entrepreneur, mereka cenderung perfectionist. Karena mereka memiliki tujuan untuk mencari cara yang terbaik agar konsumennya tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang telah diberikannya.
8.       Disiplin waktu untuk pemenuhan target
Kedisiplinan menjadi hal penting bagi seorang entrepreneur, bagi mereka waktu yang terbuang sama halnya melewatkan sebuah peluang besar untuk mendapatkan keuntungan. Maka benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan “ time is money ” karena dengan membuang waktu sama halnya dengan melewatkan begitu saja peluang untuk mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu seorang entrepreneur selalu disiplin dalam segala hal, untuk mencapai target yang mereka tentukan.
9.      Memiliki kemampuan untuk memimpin
Seorang entrepreneur merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan pemimpin bagi para karyawannya. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, Anda dapat memotivasi diri sendiri dalam hal pengambilan keputusan. Selain itu ketika menjadi seorang entrepreneur, maka secara tidak langsung Anda juga harus siap menjadi pemimpin yang baik bagi para karyawan Anda, karena mereka berkaca pada diri Anda. Jadilah teladan yang baik bagi karyawan Anda, dan dorong mereka agar dapat memberikan yang terbaik bagi para para konsumen.
10.  Pantang menyerah
Yang kesepuluh yaitu pantang menyerah, seorang entrepreneur memiliki visi dan semangat juang yang besar. Mereka pantang menyerah pada hambatan, tidak pernah putus ada untuk selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi para konsumennya. Jika menemui jalan buntu, seorang entrepreneur tidak akan diam begitu saja menerima kegagalan. Mereka akan mencari jalan alternatif, agar bisa meraih impiannya.
Sedangkan menurut Tommy ada 12 ciri yang ada dalam diri entrepreneur yaitu :
1.      Mempunyai mimpi-mimpi yang realitis dan tinggi, yang mampu diubah menjadi cita-cita yang harus dia capai. Hidupnya ingin berubah karena kekuatan emosionalnya yang tinggi dan keyakinannya yang kuat, sehingga mimpi itu bisa terwujud (power of dream)
2.       Mempunyai empat karakter dasar kekuatan emosional yang saling mendukung untuk sukses:
a.       Determinasi keteguhan hatinya akan visinya
b.       Keberanian, mampu menaklukkan rasa ketakutannya/Persistence, ulet dan mudah bangkit dari keterpurukan
c.       Struggle, pantang menyerah
d.      Risk Manager, emotional Quotient
3.      Menyukai tantangan dan tidak pernah puas dengan apa yang didapat (High Achiever)
4.      Mempunyai ambisi dan motivasi yang kuat (motivator)
5.      Mempunyai keyakinan yang kuat akan kemampuannya bahwa “dia bisa” (power of mind)
6.      Seorang yang visioner dan mempunyai daya kreatifitas yang tinggi
7.      Risk manager, not just risk taker
8.      Memiliki strong emotional attrachment (kekuatan emosional)
9.      Seorang problem solver
10.  Mampu menjual dan memasarkan produknya (seller)
11.  Ia mudah bosan dan sulit tidur
12.   Seorang kreator ulung
C.    Prinsip seorang entrepreneur
Tujuh Prinsip Entrepreneur Sukses :
1)                  High achiever atau ambisius
Entrepreneur rata-rata memiliki kemauan yang keras dan keinginan untuk mencapai sesuatu yang tinggi. Biasanya entrepreneur mempunyai karakter high achiever tersebut. Jadi dia mempunyai semangat untuk mencapai sesuatu yang tinggi.
2)                  Risk taker atau orang yang berani mengambil resiko dalam kehidupan ini.
Semua entreprenur, baik besar atau kecil, adalah orang-orang yang masuk kategori risk taker. Mereka tidak hanya sekedar puas dengan hanya mendapat gaji di tanggal 30 saja, tetapi mau beresiko. Mungkin bisa gagal ataupun sukses.
3)                  Opportunity analyzer atau orang yang selalu berhasil menganalisa setiap kesempatan yang ada.
Ia mampu melihat apakah saat ini ada sesuatu yang menguntungkan jika dilaksanakan. Seorang yang constantly thinking about opportunity.
4)                  Problem solver yaitu menyelesaikan masalah dan bukan sebaliknya, yakni mencari masalah.
Entrepreneur selalu bisa mencoba menyelesaikan masalah dan bukan sebaliknya, yakni mencari masalah. Jadi all entrepreneurs must be problem solver. Karena dalam bisnis akan selalu muncul satu, dua, tiga, empat hingga puluhan masalah. Anda harus mampu men-solve semua problem tersebut.
5)                  Emotional attachment, yakni ikatan batin antara seorang entrepreneur sukses dengan apa yang dia lakukan.

6)                  Self confidence.
Hampir semua entrepreneur sukses yang saya kenal mempunyai sebuah kebanggaan dan kemampuan menganalisa bahwa mereka mampu. Hal itu adalah salah satu karakter yang umum yang dijumpai pada seorang entrepreneur sukses. Mereka biasanya mempunyai self confidence yang tinggi atau mempunyai percaya diri yang luas.
7)                  High energy level, yakni mempunyai semangat yang luar biasa
Dalam sebuah bisnis yang baru mulai, akan selalu ada kesulitan. Anda diharapkan untuk tidak tidur malam karena harus lembur. Besok paginya harus bangun pagi karena harus bekerja lagi. Sehingga bila Anda tidak mempunyai semangat dan energi yang tinggi, Anda tidak akan sukses.

D.    Karakteristik kewirausahaan
     Seorang entrepreneur adalah pengusaha yang memiliki berbagai perusahaan tapi mengambil resiko yang besar untuk menjadi entrepreneur. Tidak semua pengusaha adalah entrepreneur dan tidak semua entrepreneur memiliki kualitas yang sama. Ada perbedaan derajat, kemampuan, karakteristik; tergantung dari seberapa besar keinginan mereka meningkatkan kualitas leadership, pengetahuan, dan kreatifitas dalam mengeksekusi strategi bisnis mereka.
     12 karakteristik yang dimiliki oleh semua entrepreneur sukses yaitu :
1.      Percaya diri
2.      Memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi
3.      Mampu berkomunikasi
4.      Sangat Terbuka Untuk Belajar Hal Baru
5.      Team Player
6.      System-Oriented
7.      Dedikasi Tinggi
8.      Grateful (penuh rasa syukur)
9.      Optimistic
10.  FUN
11.  A Leader by Example (kemampuan untuk memimpin)
12.  Not Afraid of Risk or Success (tidak takut mengambil resiko)
Pearce II (1989) menyebutkan ada 7 karakteristik entrepreneur sukses, yaitu :
1.      Komitmen yang tinggi.
2.      Dorongan atau rangsangan kuat untuk mencapai prestasi.
3.      Orientasi kearah peluang-peluang serta tujuan-tujuan.
4.      Focus pengendalian internal.
5.      Toleransi terhadap ambiguitas.
6.      Kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah.
7.      Kemampuan untuk menghadapi kegagalan secara efektif.
10    Kharakter Entrepreneur menurut Bygrave :
1.    Dream              : Seorang pemimpi yang bisa mengimplementasikan       mimpinya     
2.    Decisiveness     : Membuat keputusan dengan cepat dan tidak menunda-nunda pekerjaan
3.    Doers                : Cepat bertindak untuk mengimplementasikan keputusannya
4.    Determination  : Tidak mudah menyerah
5.    Dedication        : Memiliki komitmen yang sangat tinggi terhadap usahanya.
6.    Devotion           : Mencintai bisnisnya
7.    Details               : Memiliki perhatian ke detail yang sangat tinggi
8.    Destiny             : Merasa dapat menentukan nasibnya sendiri
9.    Dollars              : Memandang uang bukanlah sebagai motivasi utama, tetapi   keberhasilan yang jadi ukuran
10.    Distribute       : Membagi kepemilikan usahanya kepada karyawan-karyawan yang berperan besar

entrepreneur inspirational story

Nama : Gina Putri Yana

NIM : 12013181

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

Saya memilih cerita inspiratif seorang Jody Brotosuseno karena saya merasa kagum dengan tekad berbisnis dan keberanian mengambil resiko saat dia memutuskan untuk meninggalkan bangku pendidikan arsitektur untuk memulai bisnis, dan kepiawaiannya dalam melihat kesempatan bisnis yang sangat jeli. Selain itu beliau selalu tidak lupa untuk membantu sesama. Berikut adalah sedikit cerita tentang beliau.

 

Jody Brotosuseno, Pemilik Waroeng Steak And Shake

 

Dalam 15 tahun terakhir, Jody Brotosuseno sudah mencoba berbagai usaha. Peruntungan berbuah di usaha kuliner dengan merek dagang Waroeng Steak and Shake. Kini, ia punya 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota.

Ia juga memiliki belasan gerai untuk unit usaha lainnya. Paling sedikit 1.000 pekerja mendapatkan kegiatan sekaligus penghasilan dari seluruh unit usahanya.

Pencapaiannya hari ini tentu tidak diraih dalam semalam. Bersama istrinya, Siti Handayani alias Aniek, Jody berkali-kali merasakan jatuh bangun berbisnis. Hal itu bukan hal mudah karena modal mereka terbatas dan belum ada investor pada awal membangun usaha.

Memang banyak orang pada awalnya tidak akan percaya Jody bekerja keras membangun bisnis. Hal itu tidak lepas dari latar belakang keluarganya, pemilik jaringan restoran Obonk Steak and Ribs.

Meski ayahnya, Sugondo, pemilik jaringan restoran yang punya lebih dari 60 gerai itu, Jody tidak mendapat perlakuan istimewa. Ia menerima gaji sebagai pegawai biasa di jaringan restoran tersebut. Apalagi Jody bertekad Mandiri sejak menikahi Aniek pada 1998.

Dengan gaji itu, Jody dan Aniek tahu mereka butuh pendapatan lebih baik. Dengan ijazah terakhir setingkat SMA, sangat sulit mendapat peluang kerja jika harus melamar ke tempat lain. Jody dan Aniek akhirnya membulatkan tekad menjadi pebisnis. Agar bisa fokus, mereka sepakat meninggalkan bangku kuliah. Jody meninggalkan pendidikannya pada Jurusan Arsitektur, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada semester delapan.

Sambil bekerja di Obonk, Jody mencoba berjualan aneka makanan. Awalnya berjualan susu segar, lalu roti bakar dan jus buah. Namun, bisnis itu terpaksa berhenti karena peralatannya banyak diambil orang.

Jody juga berjualan kaus partai politik. Pada Pemilu 1999, jumlah partai membengkak dari tiga menjadi 48 partai. Jody melihat peluang itu dan memanfaatkan dengan berjualan kaus berlambang partai politik. Hasil penjualan, antara lain, digunakan untuk mengontrak rumah di kawasan Demangan, Yogyakarta.

Selepas pemilu, Jody dan Aniek berpikir lagi mencari tambahan. Kelahiran anak pertama, Yuga Adiaksa, membuat kebutuhan bertambah. Akhirnya pasangan itu memutuskan berjualan steik, seperti yang sudah dilakukan keluarga Jody. Namun, pasangan itu tidak meniru konsep Obonk Steak.

Mereka memilih mahasiswa dan pelajar sebagai target pasar. Untuk merek usaha, mereka memilih nama Waroeng Steak and Shake. Gerai pertama dibuka di teras rumah mereka karena tidak ada dana untuk menyewa tempat. ”Saya pilih istilah warung untuk menegaskan pesan makan steik di sini tidak mahal,” ujar Jody seperti dilansir Harian Kompas.

Namun, mereka terbentur modal untuk memulai usaha. Kala itu, Jody dan Aniek hanya punya uang Rp 100.000. Akhirnya, Jody menjual motor dan hasilnya dipakai untuk modal awal Waroeng Steak. Ketika baru mulai, Jody mengurus dapur dan melayani pembeli, sementara Aniek menjadi kasir. Namun, warung itu tidak langsung ramai. ”Pernah sehari cuma dapat bersih Rp 30.000,” ujarnya.

Pembeli masih sepi, antara lain karena warung itu belum terkenal. Selain itu, masyarakat juga masih menganggap steik makanan mahal. ”Pembeli memberi masukan agar warung saya lebih disukai. Saya dengar masukan mereka,” ujarnya.

Jody membuat spanduk besar dengan warna mencolok di depan gerainya. Di spanduk dicantumkan harga steik yang murah. Ia juga mempromosikan warungnya lewat selebaran. Tidak butuh lama, warung Jody mulai ramai pembeli dari kalangan mahasiswa dan pelajar. ”Malah kami mulai kewalahan,” ujarnya.

Kala itu, Waroeng Steak and Shake baru punya 10 hotplate dan lima meja. Saat ramai, tak jarang pembeli terpaksa menunggu meja kosong. Bahkan, Jody beberapa kali terpaksa mengambil hotplate setelah pembeli selesai makan tetapi masih duduk di meja. Sebab, hotplate akan dipakai untuk memenuhi pesanan pembeli lain.

Pelan-pelan, Jody menambah peralatan. Ia juga merekrut pegawai untuk melayani pembeli yang semakin banyak. ”Setahun sejak buka di Demangan, kami membuka satu cabang lagi,” ujarnya.

Untuk pembukaan gerai kedua, Jody mengajak kerabat dan temannya menanam modal dengan pola bagi hasil. Pola itu dipakainya sampai gerai kedelapan. Di gerai kesembilan dan seterusnya, Jody mendanai sendiri. ”Asal bisa menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasar, bisa berkembang terus. Masukan pelanggan selalu kami perhatikan,” tuturnya.

Masukan pembeli tetap diandalkan dalam pertimbangan pengembangan usaha. Menu-menu baru dihadirkan untuk menyesuaikan permintaan pelanggan. Meski bermerek Waroeng Steak and Shake, gerai-gerai Jody juga menyediakan menu dengan bahan utama nasi. Padahal, steik biasanya disantap dengan kentang goreng.

Saat Waroeng Steak and Shake semakin berkembang, Jody kembali membuat keputusan untuk berkonsentrasi penuh. Ia tinggalkan Obonk agar bisa sepenuhnya mengurus Waroeng Steak and Shake. Sejak 2002, ia fokus mengembangkan Waroeng Steak and Shake yang terus menambah gerai.

Konsentrasinya membawa hasil menggembirakan. Kini, ia mengelola 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota. Ia juga membuka gerai aneka makanan dengan bendera Festival Kuliner. Bisnis kulinernya dilengkapi dengan Waroeng Penyetan dan Bebaqaran serta delapan gerai waralaba merek lain. Ia juga merambah bisnis olahraga dengan membuka arena futsal.

Meski yakin pasar Indonesia masih terbuka sangat luas, Jody sudah mulai mempersiapkan ekspansi ke luar negeri. Untuk pasar luar negeri, Waroeng Group akan menggunakan pola waralaba. ”Untuk pengembangan pasar Indonesia, kami berusaha dikelola sendiri dengan dana sendiri,” ungkapnya.

Wajar ia yakin bisa mendanai sendiri pembukaan gerai baru. Dalam salah satu kuliah umum di Yogyakarta terungkap, salah satu gerainya di Yogyakarta beromzet rata-rata Rp 500 juta per bulan. Padahal, ia mengoperasikan puluhan gerai.

Namun, tidak semua dinikmati sendiri oleh Jody. Salah satu gerainya di kawasan Gejayan, Yogyakarta, didedikasikan untuk kegiatan amal. Seluruh keuntungan dari gerai itu dipakai untuk mendanai rumah Tahfidz, pesantren penghafal Al Quran dengan santri hampir 2.000 orang. Selain dari gerai itu, Jody juga menyumbangkan sebagian keuntungan dari unit usaha lainnya untuk mendanai tujuh rumah Tahfidz yang dikelolanya. ”Saya dibantu teman-teman, tidak menanggung sendiri,” ujarnya merendah.

Jody memang selalu tampak bersahaja dan merendah. Jika bertemu sepintas, sama sekali tidak terlihat sosok orang muda pemilik bisnis beromzet puluhan miliar rupiah per bulan. Bisnis yang dibangun dengan kerja keras sendiri, bukan warisan. Kerja keras dalam 12 tahun mengantarnya dari pemuda yang batal jadi arsitek tetapi menjadi raja steik. (as)

Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/23725-gagal-jadi-arsitek-kini-jadi-juragan-steik.html

Deskripsi diri

Nama : Gina Putri Yana

NIM    : 12013181

Kelas : Psikologi kewirausahaan

Nama saya Gina putri yana, biasa dipanggil gina. Saya berjenis kelamin perempuan, yang lahir di kota samarinda pada tanggal 16 maret 1993. Saya terlahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara di keluarga saya.

Saya mulai bersekolah di taman kanak-kanak itu pada umur 4 tahun, sehingga sempat belajar di TK selama dua tahun. Lalu saya bersekolah di SD Negeri 01 dan Lulus pada tahun 2003. Masuk sekolah di pesantren Gontor  dan lulus pada tahun 2009. Lalu melanjutkan ke SMA Negeri 03 samarinda dan Lulus pada tahun 2012. Dan menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi muhammadiyah yaitu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada tahun 2012 hingga sekarang dengan mengambil program studi S1 Psikologi.

Cita-cita saya dahulu adalah menjadi seorang presiden. Saya minat sekali ingin menjadi presiden karena profesi tersebut menurut saya berwibawa dan sebagai seorang wanita yang dapat mengayomi masyarakat. Pada bangku sekolah saya termasuk siswi yang aktif karena selalu mengikuti kegiatan-kegiatan atau organisasi yang ada disekolah seperti OSIS, PKS, Pramuka.

Saya termasuk orang yang simple dan humoris hal ini sering dikatakan oleh teman-teman, keluarga, atau orang yang dekat dengan saya. Hobi saya itu membaca novel.